Pilkada SBT Rusuh
URIMESING KAMP | Rabu, 21 Juli 2010 |
Ambon, - Kerusuhan meletus di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) akibat bentrok massa dari pendukung calon bupati-wakil bupati, Abdullah Vanath-Siti Umaria Suruwaky dan Mukti Keliobas-Jusuf Rumatoras, pada Selasa (20/7/10) pkl 18.45 WIT.
Bentrokan massa pendukung kedua calon bupati itu mengakibatkan sejumlah fasilitas rusak.Dua gedung pemerintah, yakni kantor DPRD SBT dan kantor camat Bula habis dilalap api dan sejumlah rumah milik warga juga ikut dibakar massa.
Sumber terpercaya mengatakan, Bula mencekam dan sepi akibat bentrokan yang berlangsung sejak sore kemarin sehingga membuat warga ketakutan dan tidak keluar rumah.
Sejumlah polisi bersenjata lengkap sudah diturunkan dan disiagakan di Kota Bula. Polisi telah berhasil mengendalikan kondisi keamanan yang sebelumnya membara. “Anggota Brimob BKO, Samapta Polda Maluku dan anggota Polres SBT telah dapat mengendalikan kondisi keamanan,” kata sumber.
Bentrok tak terhindarkan terjadi saat Komisi Pemilihan Umum SBT membuka kotak surat suara untuk melakukan rekapitulasi ulang untuk wilayah Kecamatan Gorom. Hasil perhitungan suara di Kecamatan Gorom Mukti Keliobas -Jusuf Rumatoras 11.130 suara, sedangkan Abdullah Vanat-Sitti Umurya Suruwaky memperoleh suara 6.443 suara. dengan demikian pemilihan di Gorom telah dimenangkan oleh Mukti-Jusuf. “Rekapitulasi dimulai sekitar pukul 6 sore. Saat rekapitulasi berjalan, massa dua pendukung terlibat bentrok,” kata sumber tersebut. Bentrok dua pendukung itu kemudian meluas di sejumlah titik di Kota Bula. Diawali dengan pembakaran rumah milik warga.
Polisi juga belum dapat memastikan pemicu bentrokan massa tersebut. Meski kondisi keamanan telah mampu dikendalikan polisi. Tapi dua massa pendukung dalam jumlah besar masih terkonsentrasi di dua titik. Massa pendukung Vanath terkonsentrasi di Pendopo Bupati. Sementara massa Keliobas terkonsentrasi di kampung Lumba-lumba. Konsentrasi massa dalam jumlah kecil juga masih terlihat di kantong-kantong pendukung Vanath dan Keliobas di beberapa titik yang tersebar di Kota Bula.
Warga Diminta Menahan Diri
Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu meminta warga untuk dapat menahan diri agar aparat keamanan yang bertugas di Bula, Kabupaten SBT dapat mengusut tuntas para pelaku rusuh.
Gubernur meminta KPU SBT selaku penyelenggara pemilukada disana dapat melaksanakan tugas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak berpihak kepada salah satu calon.
Gubernur juga telah melakukan koordinasi dengan Kapolda Maluku untuk menjaga agar konflik antar pendukung kandidat di SBT tidak merambah sampai ke Kota Ambon, dan hal itu sudah dilakukan Polres Pulau Ambon dan PP Laese yang langsung mengambil langkah-langkah antisipasi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Comments :
Posting Komentar