Diberdayakan oleh Blogger.

Akibat Piala Dunia Ambon Rusuh

Senin, 12 Juli 2010

Rusuh di kawasan Diponegoro, Kecamatan Sirimau, kelurahan Ahusen Ambon, Senin (12/7/2010) pkl. 6.00 dinihari akibat fanatisme pendukung tim Spanyol vs Belanda yang saling ejek, akibatnya terjadi saling lempar batu antar sesama pendukung.
Dari pantauan Kami dilapangan, insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun 8 kios yang berada di kawasan itu menjadi sasaran kemarahan salah satu pendukung tim sepak bola. Untung saja aparat kepolisian dari satuan Brigadir Mobil (Brimop) Polda Maluku, yang dipimpin Komandan Peleton Brimob Polda Makuku Iptu Noman cepat bertindak dan meredam ketegangan di kawasan itu.
Sementara warga Kampung Urimesing yang tidak jauh dari tempat kejadian itu mendadak tegang akibat batu yang dilemparkan kerumah-rumah warga. Warga di kawasan itu tidak sedikitpun melakukan aksi pembalasan. Mereka beranggapan, insiden itu terjadi karena aksi ketidakpuasan sekelompok orang yang kecewa terhadap hasil Final Piala Dunia 2010 yang berlangsung di Afrika.
Sampai dengan pkl. 22.00 WIT, suasana di lokasi insiden maupun di kawasan Kampung Urimesing sudah pulih total. Namun di kawasan Batu Merah masih terlihat aparat kepolisian yang masih terus berjaga-jaga akibat insiden beberapa waktu lalu yang menyebabkan 8 rumah warga musnah terbakar dan 1 warga meninggal dunia.
Peter,  warga Kampung Urimesing mengatakan, Pesta Pila Dunia 2010 ini cukup menegangkan bila dibandingkan dengan Pesta Piala dunia 4 tahun silam. Dia menyadari, insiden ini bukan saja terjadi di Ambon, tetapi juga terjadi di beberapa daerah lain seperti di Papua.
Menurutnya, di Ambon banyak warga yang mendukung tim Belanda, karena beberapa pemain di tim Orange itu berdarah campuran Ambon. Hal itu membuat orang Ambon menjadi fanatis terhadap tim tersebut. Tetapi tidak sedikit pula warga yang mendukung tim Matador yang pernah menjuarai liga Eropa 2008 lalu.
Kepercaya terhadap ramalan si Gurita Paul asal Jerman yang memastikan Belanda kalah melawan Spanyol, atau Mani si kakaktua yang memilih Belanda sebagai pemenang. Ada pula sejumlah petarung yang kalah dalam bursa taruhan pada laga Final dua kesebelasan itu. Semua itu bisa saja menimbulkan reaksi negative yang berunjung pada ketidakpuasan, asalkan insiden ini tidak dimanfaatkan untuk kepentingan yang lain, pintanya. (wg)

Comments :

0 komentar to “Akibat Piala Dunia Ambon Rusuh”

Posting Komentar